Hukum Menamakan Yahudi dengan Israel
Syeikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali
Segala puji bagi Allah, selawat dan salam semoga dicurahkan keatas Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma ba’du:
Di antara fenomena ganjil yang tersebar di kalangan kaum muslimin adalah menamakan dan menyebut negeri Yahudi yang dimurkai Allah dengan (panggilan) “Israel”!
Saya belum pernah melihat seorang pun yang mengingkari fenomena yang berbahaya ini, yang menyinggung kehormatan seorang rasul yang mulia, iaitu Ya’qub [*] Alaihish-shalatu wa sallam yang dipuji oleh Allah di dalam Kitab-Nya bersama dengan kedua bapaknya yang mulia; Ibrahim dan Ishaq Alaimas salam.
[*] Ya’qub adalah Israel sebagaimana dalam hadis dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada orang-orang Yahudi: “Apakah kamu sekalian mengetahui bahawa Israel adalah Ya’qub?” Mereka menjawab: “Allahumma, ya”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah saksikanlah!” (Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud, Ath-Thayalisi dalam Musnad-nya 1/356, Ibnu Sa’ad dalam Thabaqah Kubra 1/175 dan Ahmad dalam Munad-nya 1/273 dan 278 dengan sanad yang hasan).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الأيْدِي وَالأبْصَارِ. إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ. وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الأخْيَارِ.
"Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi iaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik” [Shod : 45-47]
Inilah kedudukan rasul yang mulia ini dalam Islam, bagaimana boleh diletakkan pada orang-orang Yahudi, dan bagaimana boleh mereka diletakkan padanya?!
Banyak kaum muslimin yang membawa nama rasul ini ketika mencela negeri Yahudi ini dengan mengatakan: Israel telah melakukan ini, Israel telah melakukan itu, Israel akan melakukan ini dan itu!
Hal ini menurut pandanganku (Syeikh Rabi’) adalah perkara yang mungkar, sekadar wujudnya saja (sepatutnya) tidak boleh ada pada kaum muslimin, apalagi menjadikan fenomena ini yang tersebar di kalangan mereka tanpa ada seorang pun yang mengingkarinya!
Dari sini kami lontarkan sebuah pertanyaan dan sekaligus jawabannya, maka kami katakan: Bolehkah menamakan negeri Yahudi yang kafir dan tercela ini dengan nama “Israel” atau “negeri Israel” kemudian diarahkan celaan dan cercaan kepada negeri ini atas nama “Israel”?
Yang haq (benar), bahawasanya hal ini tidak diperbolehkan!
Orang-orang Yahudi telah banyak melakukan makar-makar (tipu muslihat) yang besar di mana mereka menjadikan hak mereka sebagai hak yang syar’i di dalam menegakkan sebuah negeri di tengah-tengah negeri kaum muslimin atas nama warisan dari Ibrahim dan Israel!
Mereka telah membuat makar yang besar dengan menamakan negeri Zionis mereka dengan nama negeri Israel!
Tipu daya mereka ini telah merasuk ke dalam tubuh kaum muslimin –saya tidak katakan pada orang-orang awam sahaja, bahkan pada kebanyakan dari kalangan yang terpelajar-, jadilah kaum muslimin menyebut-nyebut negeri Israel bahkan nama Israel di dalam berita-berita mereka, di dalam buku-buku mereka, di dalam majalah-majalah mereka, dan di dalam pembicaraan-pembicaraan mereka, sama saja dalam konteks berita biasa atau dalam konteks mencerca, mencela dan bahkan melaknat. Semua ini terjadi di tengah-tengah kaum muslimin dan yang sangat sayang sekali, tidak pernah kami dengar seorang pun mengingkarinya!
Allah telah banyak mencela orang-orang Yahudi di dalam Al-Qur’an dan melaknat mereka serta mengkhabarkan kepada kita tentang kemurkaan-Nya kepada mereka, tetapi semua ini dengan nama orang-orang Yahudi (sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Orang-orang Yahudi berkata : “Tangan Allah terbelengu”, Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu…” - Al-Ma’idah: 64) Dan dengan nama-nama orang kafir dari bani Israel (sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Telah dilaknat orang-orang dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka derhaka dan selalu melampaui batas” - Al-Ma’dah : 78), bukan dengan nama Israel seorang nabi yang mulia putra seorang nabi yang mulia Ishaq putra seorang nabi yang mulia Khalilullah Ibrahim ‘Alaimush-shalatu wa salam!
Orang-orang Yahudi ini tidaklah memiliki ikatan agama dengan Nabiyullah Israel (Ya’qub “Alaihish-sholatu wa salam) dan tidak juga dengan Ibrahim Khalilullah Alaihish- shalatu wa salam!
Orang-orang Yahudi ini tidaklah memiliki hak waris keagamaan dari Ya’qub dan Ibrahim. Sesungguhnya yang mewarisi agama keduanya adalah orang-orang yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
"Sesungguhnya orang yang dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman” [Ali-Imran : 68]
Allah berfirman dalam KitabNya mengkhabarkan bahawa Ibrahim Alaihish-sholatu wa salam berlepas diri dari orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrik:
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus (hanif) lagi (muslim) berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” [Ali-Imron : 67]
Kaum muslimin tidaklah mengingkari bahawa orang-orang Yahudi berasal dari keturunan Ibrahim dan Israel, tetapi kaum muslimin memastikan bahawa orang- orang Yahudi adalah musuh-musuh Allah dan musuh-musuh para rasul diantara para rasulNya iaitu Muhammad, Ibrahim dan Israel. Kaum muslimin meyakini dengan pasti bahawa tidak ada saling mewarisi antara pada nabi dengan musuh-musuh mereka dari kalangan orang-orang kafir, sama sahaja diantara orang-orang kafir ini, orang-orang Yahudi, orang- orang Nasrani, atau dari orang-orang musyrik Arab dan yang lainnya, dan bahawasanya orang-orang yang paling dekat kepada Ibrahim dan seluruh para nabi adalah kaum muslimin yang mereka ini beriman kepada para nabi, mencintai para nabi, memuliakan para nabi, dan beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepada mereka dari kitab-kitab suci dan suhuf; kaum muslimin menjadikan keimanan kepada semua ini termasuk pokok-pokok (dasar-dasar) agama mereka, maka kaum muslimin-lah pewaris para nabi dan orang-orang yang paling dekat kepada para nabi!
Bumi Allah sesungguhnya adalah milik hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, dan kepada para rasul yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ. إِنَّ فِي هَذَا لَبَلاغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ.
"Dan sungguh telah kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahawasanya bumi ini dipusakai oleh hamba-hamba-Ku yang soleh. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surah) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah) Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” [Al-Anbiya : 105-107]
Maka musuh-musuh para nabi –terutama orang-orang Yahudi- tidaklah memiliki warisan bumi di dunia ini dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka yang abadi!
Sungguh sangat menghairankan keadaan kebanyakan kaum muslimin yang menyerahkan kepada orang-orang Yahudi dengan tuduhan bahawa mereka adalah pewaris bumi Palestin, dan bahawasanya orang-orang Yahudi mencari Haikal Sulaiman Alaihish-sholatu wa salam (padahal) Sulaiman Alaihish-sholatu wa salam ini dikafirkan oleh orang-orang Yahudi dan dituduh dengan tuduhan-tuduhan keji. Orang-orang Yahudi ini adalah musuh yang paling sengit bagi Sulaiman Alaihish-sholatu wa salam yang termasuk nabi di antara para nabi Bani Israel. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
“Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” [Al- Baqarah: 87]
Lalu bagaimana kaum muslimin –paling kurang pun dengan sikap mereka- membenarkan tuduhan-tuduhan yang batil ini?! Dan mereka namakan orang-orang Yahudi dengan “Israel” dan “negeri Israel”!
Dan sesungguhnya mereka –demi Allah- di hari mereka beriman dengan sebenarnya kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para rasul, dan risalah-risalah mereka, maka mereka adalah para wali Allah, wali para nabi dan rasul-Nya!
Maka hendaklah kaum muslimin mempersiapkan diri mereka dari segi aqidah dan manhaj, dengan mengikuti kitab Rabb mereka (Al-Qur’an) dan sunnah nabi mereka (Al-Hadis) serta jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat Radhiallahu ‘anhum dan jalan yang ditempuh para pengikut mereka dalam kebaikan dari para tabi’in yang terbaik dan para imam (yang membawa) petunjuk dan agama; kerana sesungguhnya inilah wasilah (sarana) paling agung untuk kemenangan kaum muslimin atas musuh-musuh mereka, dan wasilah paling agung bagi keluhuran nilai kaum muslimin, kebahagiaan mereka dan kemuliaan di dunia dan akhirat. [*]
[*] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika kalian telah berjual beli dengan cara inah (yakni jual beli dengan cara Riba), disibukkan oleh ternak dan tanaman, dan kalian tinggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian, Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari kalian, sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya 3462, Baihaqi dalam Sunan Kubra 5/316, dan Thabrani dalam Musnad Syamiyyin hal. 464 dan disahikan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shohihah : 11)
Hendaknya mereka bersihkan tangan-tangan mereka dari hawa nafsu, bid’ah-bid’ah dan taksub (fanatik) terhadap kebatilan dan pemilikya. Kemudian, hendaknya mereka berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempersiapkan diri secara material (kebendaan) dari berbagai macam persenjataan dan hal-hal yang berhubungan dengannya serta berwaspada (berjaga-jaga) dan latihan militer, sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ
"Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian” [Al-Anfal : 60]
Kekuatan di dalam nash di atas meliputi setiap kekuatan yang menggentarkan musuh dari berbagai macam persenjataan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salla bersabda:
"Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah pelemparan, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah pelemparan, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah pelemparan” [Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya 3/13, Tirmizi dalam Jami-nya 5/270, dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya 2/940 dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami : 2633]
Dan “pelemparan” di sini meliputi semua senjata yang dilempar, semuanya ini wajib diusahakan dengan industri, atau jual beli, atau dengna cara yang lainnya.
Sekali lagi … aku sangat hairan, peletakan nama nabi yang mulia ini atas sebuah negeri yang terkutuk (Yahudi) dan umat yang dimurkai dan umat yang membuat kedustaan, dikatakan tentang mereka dan tentang berita mereka dan tentang celaan kepada mereka “Israel” dan “negeri Israel”, seakan-akan bahasa Arab yang luas telah sempit bagi mereka sehingga tidak dijumpai dalam bahasa Arab kecuali dengan nama ini!
Kemudian apakah mereka merenungi perkara ini di dalam diri-diri mereka. Apakah perkara ini membuat keredhaan Allah atau rasul-Nya?
Apakah perkara ini membuat keredhaan Nabiyullah Israel (Ya’qub) atau membuat dia tidak suka seandainya dia hidup?
Tidaklah mereka mengetahui bahawasanya cercaan dan celaan yang mereka arahkan kepada orang-orang Yahudi atas nama Israel akan berpaling menuju kepadanya (sendiri) dalam keadaan mereka tidak sedari; dari Abu Hurairah bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidakkah kamu hairan bagaimana Allah memalingkan aku dari cacian orang-orang Quraisy dan laknat mereka, mereka mencaci seorang yang tercela dalam keadaan aku adalah Muhammad (yang terpuji)” [Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya 2/244, Bukhari dalam shahih-nya : 3533, dan Nasa’i dalam Sunan-nya 6/159, dan diriwayatkan juga oleh Humaidi dalam Musnad-nya 2/481 dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/142]
Maka bagaimana kamu sekalian palingkan celaan tersebut, laknat kamu dan cercaan kamu terhadap musuh-musuh Allah (sedangkan kamu arahkan) kepada sebuah nama nabi yang mulia dari para anbiya’ dan para rasul manusia-manusia pilihan Allah?!
Jika ada seorang yang berkata: “Penamaan seperti ini ada di dalam kitab Taurot!” Maka kami katakan: “Bukanlah hal yang jauh, bahawa ini termasuk tahrif-tahrif (pengubahan-pengubahan) ahli kitab, sebagaimana Allah mempersaksikan mereka bahawasanya mereka mengubah kitab yang ada di tangan-tangan mereka dan kemudian mengatakan bahawa ini dari Allah [*], bahkan di dalam kitab Taurat yang telah digubah oleh mereka, terdapat tuduhan terhadap para nabi dengan kekufuran dan hal-hal yang keji, maka bagaimana mungkin berhujah dengan apa yang tertulis di dalam kitab mereka ini, padahal kitab mereka keadaannya seperti itu (yakni mereka mengubah/selewengkan)?!
[*] Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan” (Al-Baqarah: 79)
Akhirnya kita berdo’a kepada Allah agar memberi taufiq kepada kaum muslimin semuanya kepada hal yang dicintai dan diredhai-Nya dari perkataan dan perbuatan. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a.
[Ain Salsabil Min Ma’ini Imamil Jarhi Wa Ta’dil oleh www.islamspirit.com]
Dinukil serta disunting dari CHM Book bertajuk: “Yahudi Dan Konflik Palestina” yang dikumpul oleh Abu Harun As-Salafy.
If have a business in the financial industry, then you probably spend a lot of time worrying about whether or not you are complying with all the heavy government regulations. Financial compliance software is a great tool you can use to keep your costs down, increase your profits, and more effectively compete in this competitive marketplace. Let's take a look at how this software can help you.
Finance has always been one of the most heavily regulated industries, but lately the government is becoming even more strict. This might not be a problem if the rules were fairly straightforward, but unfortunately they continue to grow even more complex. The government itself has created enormous bureaucracies just so that they can keep up with all the rules. This in turn forces business owners to create large unproductive bureaucracies of their own just to make sure that they are in compliance with all these laws. Businesses must employ a large number of workers to manually keep track of every transaction to make sure that they comply with all the government's regulations.
These workers that you hire eat up valuable resources from your company. It means that you can hire fewer salespeople. It means that you can hire fewer customer service agents. It means that you must charge a higher price to your customers. It means lower profits for your business - so you are unable to expand your operations, create new jobs, or enter new markets.
It's amazing that a simple piece of software can negate many of these problems. Rather than dozens of full-time workers manually reviewing every transaction, a good piece of software can do this automatically in the background. You will probably only need a Chief Compliance Officer to make sure the software continues to run smoothly.
Compliance software will not only make your business more efficient and profitable - it will vastly reduce the number of errors. Human error is a common problem that is almost impossible to eliminate. The more complex the rules, and the greater the number of transactions to manually review - the larger the number of errors inevitably becomes. This can cause major problems when regulatory bodies request information from your business. By turning over this work to a computer, you can be sure that everything is processed in a much more uniform way. Although completely eliminating errors is impossible, they can certainly be significantly reduced the more you leave it to a precise machine.
There are always many things you can do to improve the efficiency and profitability of your business, but few can have as direct and immediate an impact as financial compliance software. A good compliance product will quickly make your business better and more manageable.
Small Businesses - Are You On Top Of Your Finances & Accounts?
We understand that, for small businesses, spending your money wisely is always top of the priority list - and sometimes it can seem more cost-effective to carry out business-related tasks yourself rather than pay for an external expert. And in the case of looking after the business finances - well, it's pretty simple to keep a track on what's owing and what's due in, right? Wrong.
If that sounds typical of your business, then it's time to think again - spending a little of your business income on a book-keeper or accountant will actually save your business money - and far more than you think. Here's why every small business should make the smart choice and look to the experts when it comes to managing money matters and accounting software.
When it comes to the taxman, there'll be no nasty surprises
Do you know how much tax you'll be liable for at the end of the tax year? - and will you have reserved sufficient funds to cover your tax bill? Whether you're a sole trader, partnership or limited company, your tax obligations and tax allowances can be complex. With an accountant on board, they'll be able to advise you of the latest tax laws and how to operate your business more tax-efficiently - often saving you significant amounts off that year end bill. Not only that - with financial tax guidance and use of accruals on your accounting software, you can put enough by each month to make sure your business doesn't take a cashflow hit come year end.
Talking of cashflow - be proactive, not reactive
With a book-keeper at hand managing your accounts with accounting software, you'll know at any given moment exactly how much you owe and how much is due to you - meaning you can plan your cashflow more effectively. Many book-keepers will also carry out invoicing and credit control duties for you, meaning that you can concentrate upon running your business whilst an expert helps you reduce your debtor days. When you're wearing several hats it's all too easy to put debt-collecting to the back of the queue, so with your credit controller actively managing your cashflow, your bank balance will look healthier - and your bank manager happier.
How's your business doing? Can you name your profit margin?
A good book-keeper or accountant isn't just invaluable in managing your receipts and keeping your accounting software up to date - they'll be able to provide you with accurate advice on how your business is really performing and how to help improve that bottom line. Without professional financial guidance, it's all too easy for business efficiency to slip and overheads to creep up - so it's a wise move to make sure you have a trusted professional to keep a close eye on your business performance and who can give practical, proven advice on how to keep your business running at maximum performance.
And finally.... it's a matter of horses for courses
If you're a business owner who currently manages your own accounts, unless you're an accountant yourself then you'll be all too familiar with this scenario. Sitting in the office until late at night, ploughing through spreadsheets or unfamiliar accounting software, checking and re-checking those figures which you're still not sure are right.... we're sure you've been there. If you counted the actual cost of the time you've laboriously spent trying to figure out your accounts, you'd probably be in for a nasty surprise - and the small monthly cost of hiring a book-keeper starts to show itself as a cost-saving from the off. Why spend many hours of your valuable time stressing over your accounts when a professional could have it done in a fraction of the time?
When you look at the evidence, isn't it time you reached for phone and called that book-keeper or accountant who you once thought might be a waste of money? It just might be the smartest business decision you make all year.
If you are considering hiring a bookkeeper or accountant but fear that you will lose control of your accounts and where your business stands then fear not, online accounting software will enable you to log on at anytime and from any location and keep an eye on who owes your business money, what money you have in the bank and print of financial reports as and when you need to. This will provide you with a win win situation.
Do you have, or are you planning to start, an ecommerce website company? Then you absolutely must have a method of accepting payment online. Since you most likely will never even see your customers, and they won't be able to hand you their credit card in person, how are you going to process their payment? The first thing you need is a merchant bank account in which to deposit the money you receive for payment. The procedure for opening an ecommerce merchant account is quite lengthy and complicated, but that is the subject of another article. The bank itself will not handle the process of verifying that the customer's card is acceptable. That task is done by a credit card processing service. This service acts as a kind of middle-man. The card-issuing bank is contacted for authorization, and to debit the customer's account. Then the money for the transaction is transferred to your ecommerce merchant account. Before any of this can happen, however, your website must initiate the entire process by having your customer fill out forms. As you know, there are two different kinds of forms that must be completed before an order can be processed. 1. The shopping cart form collects information about the purchases made by the customer, and need not be on a secure web page. 2. The checkout page, however, collects sensitive information about the customer's credit card, and needs to be protected from being viewed by anyone but the customer and the credit card processing service. Here is where you must make an important decision. You can have the checkout page on your own website, or you can use a credit card processing service that provides you with a page on their website for the customer to use for a checkout page. There are numerous pros and cons about which method to use, but again that is the subject of a different article. There is a way to bypass the hassle of having to apply for an ecommerce merchant account and credit card processing service. There are third-party credit card processors, such as PayPal, that take care of both functions. Of necessity, their fees are somewhat higher. But such services may be necessary if you have difficulty obtaining a merchant bank account.
The field uses accounting principles to solve crimes or to spot risky financial practices. Specialists in this field are often work for firms that are called in when an employer suspects problems in their firm but cannot prove it. Ordinary businesses may have such accountants on their payroll to perform regular audits. If this is done, the records are usually submitted to regular checks to make sure there are no problems arising within the company. The forensics techniques allow a business to figure out if an employee has committed a crime, if fraud has been committed, or if a company handed out illegal kickbacks. Unlike many other career fields, which have seen a decrease in the demand for people to fill the positions, the demand for investigative accountants have grown. A degree in accounting is necessary to pursue this as a career. Many universities offer bachelors and master programs that allow a person to pursue a career in this field. Of course, if he cannot find a job with the government or similar agency, a student still learn a valuable set of skills that he can take to other areas. Although the field may not be exciting, accountants remain in demand even during tough economic times. Investigative accountants must also have a basic understanding of the laws involved in their field. They do not need to go into as much detail as an attorney would, but a basic understanding of financial laws is necessary for an accountant to determine if the target of an investigation has broken any applicable laws. If you decide to pursue this career field, you must pay attention to detail. It also helps to have a love of numbers. Being good at business math is also a must. Keep in mind the colleges might make you take courses in higher level mathematics, such as calculus and matrix algebra that you may never use once you find a job in your chosen field. The investigative accountant may never receive the glory that reporters, police officers or private detectives do. It is unlikely that their will ever be Law and Order Investigative Accounting Unit. That does not mean that the career field cannot offer rich rewards for the right individual.
Detik-detik
Followers
Free 2 Read
-
krik krik krikk10 years ago
-
-
Throwback E-Day..11 years ago
-
Rindu Yang Teramat12 years ago
-
201115 years ago
-
